Recent Movies

Sinopsis dan Review Film A Street Cat Named Bob, Kisah Nyata Perjuangan Hidup James untuk Lepas dari Narkoba

a street cat named bob sub indo, bob si kucing jalanan, nonton a street cat named bob, james bowen, sinopsis film a street cat named bob, street cat named bob movie, james bowen dan kucingnya bob, a street cat named bob bahasa indonesia pdf, a street cat named bob subscene, download subtitle indonesia a street cat named bob, download a street cat named bob sub indo, nonton film a street cat named bob, a street cat named bob bahasa indonesiaSinopsis dan review hari ini membahas film A Street Cat Named Bob ini menceritakan perjalanan hidup seorang pengamen jalanan dan tunawisma bernama James Bowen (Luke Treadaway). Ia menghabiskan waktunya sehari-hari dengan mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain menjadi tunawisma, ia juga seorang pecandu yang sedang mengikuti terapi. Kehidupannya sangat sulit. Hasil dari mengamen tidak pernah mencukupi kebutuhan makannya, apalagi jika ia tidak menghasilkan uang sama sekali. Ia terpaksa memungut makanan dari tempat sampah.  
 
Tags :  a street cat named bob sub indo, bob si kucing jalanan, nonton a street cat named bob, james bowen, sinopsis film a street cat named bob, street cat named bob movie, james bowen dan kucingnya bob, a street cat named bob bahasa indonesia pdf, a street cat named bob subscene, download subtitle indonesia a street cat named bob, download a street cat named bob sub indo, nonton film a street cat named bob, a street cat named bob bahasa indonesia.
 
Kehidupan sulit sebagai seorang seniman jalanan dan pecandu telah lama melekat erat dalam diri James. Sampai-sampai ayahnya sendiri tidak ingin berhubungan dengannya karena malu dan menganggap James tidak berguna. Namun, saudarinya yang ingin menyelamatkan hidup James akhirnya memberikan tempat tinggal agar James bersedia rutin direhabilitasi. Dalam masa penyembuhannya, hidup James masih sulit meski kini ia memiliki tempat untuk bernaung. Suatu ketika, seekor kucing masuk ke rumahnya dan memakan makanan yang disediakan Val (Joane Froggatt) –saudari James– untuk James. Ia mencoba mengusir kucing tersebut, namun sang kucing enggan untuk pergi. Keesokan harinya, James berkeliling untuk mencari pemilik kucing tersebut. Namun, ternyata kucing tersebut hanyalah kucing liar tanpa majikan. James memberinya nama Bob dan membiarkannya tinggal bersama James. 
 
Kehadiran Bob dalam kehidupan James memberikan dampak positif yang besar. Karena James selalu membawa Bob saat mengamen, tanpa disangka kehadiran Bob menarik perhatian orang-orang yang melintas sehingga banyak pejalan kaki yang berhenti untuk menyaksikan Bob ditengah penampilan James. Akhirnya, Bob dan James hidup sebagai sepasang sahabat yang selalu bersama dimanapun dan kapanpun. 
 
Informasi Lengkap A Street Cat Named Bob : 
Judul : A Street Cat Named Bob 
Genre : Drama, Comedy, Family 
Sutradara : Roger Spottiswoode 
Produser : Adam Rolston 
Penulis Naskah : Tim John, Maria Nation 
Novel : A Street Cat Named Bob 
Penulis Novel : James Bowen 
Rumah Produksi : Stage 6 Films, Shooting Script Films, Iris Productions, Prescience, The Exchange
Distribusi : Sony Pictures Releasing (UK) 
Tanggal Rilis : 4 November 2016 (United Kingdom) 18 November 2016 (USA) 
Negara : United Kingdom 
Bahasa Film : English

Daftar Pemain Film A Street Cat Named Bob 
Bob The Cat (Street Cat Bob) 
Luke Treadaway (James Bowen) 
Ruta Gedmintas (Betty) 
Joanne Froggatt (Val) 
Anthony Head (Nigeal Bowen) 
Beth Goddard (Hilary) 
Darren Evans (Baz) 
Caroline Goodall (Mary) 
Ruth Sheen (Elsie) 
Nina Wadila (Padma) 
Franc Ashman (Danielle) 
Ivana Basic (Carefoot Receptionist) 
Lorraine Ashbourne (Simone) 
Mark Behan (The Drug Dealer) 
Daniel Fearn (Dog Owner)

Official Trailer : 
 
 
Jika Anda bandingkan film ini dengan Nine Lives, maka film ini menjadi sebuah tontonan highclass. Mengambil tema yang sama secara umum –tentang kucing piaraan, Street Cat Named Bob penuh dengan drama kehidupan. Kisah perjuangan James, seorang mantan pecandu yang dalam masa terapi penyembuhan ditambah keadaan hidupnya yang sulit sebagai tunawisma (gelandangan) yang menggantungkan sumber makannya dari hasil mengamen yang tidak seberapa membuat film ini layak ditonton. 
 
Kisah James dan Bob si kucing jalanan diangkat dari sebuah kisah nyata yang ditulis menjadi sebuah buku populer yang berhasil menjadi sebuah buku best seller di negaranya. Kisah hidup sang James asli dibawakan dengan penceritaan yang baik dan mengalir dengan santai serta menyentuh. Kehidupannya yang sulit, bahkan sampai harus mengoreh-ngoreh tong sampah untuk mendapatkan makanan yang masih layak –baginya– untuk dimakan membuat kita ikut merasakan pedihnya hidup di jalan, terlebih ketika ayahnya tidak mau mengakui apalagi membantu meringankan hidup anaknya. Akting setiap tokohnya cukup baik dan efektif, tidak ada akting yang alakadarnya maupun dibuat-buat, meski para tokoh diperankan oleh aktor-aktor yang kurang terkenal. 
 
a street cat named bob sub indo, bob si kucing jalanan, nonton a street cat named bob, james bowen, sinopsis film a street cat named bob, street cat named bob movie, james bowen dan kucingnya bob, a street cat named bob bahasa indonesia pdf, a street cat named bob subscene, download subtitle indonesia a street cat named bob, download a street cat named bob sub indo, nonton film a street cat named bob, a street cat named bob bahasa indonesia
Sudut pandang penceritaan yang banyak diwakilkan oleh mata si kucing Bob membuat film ini menarik. Kita diperlihatkan sisi sang majikan, James, dari mata sang kucing yang membuat mata kita mengeksplorasi hal-hal sederhana seperti rumput, jalanan, dan sang majikan yang jarang diperlihatkan dari sudut pandang manusia dengan cukup menyenangkan. Namun, dari segala kelebihannya, film ini juga memiliki beberapa hal yang absurd. Seperti halnya sosok Val yang kurang dijelaskan latar belakangnya, apakah ia merupakan saudara James atau hanya sekedar terapis yang begitu mengutamakan pasiennya. Bagian ending pun kurang begitu berkesan. Proses kehidupan James yang mulai membaik setelah ia bersih dari narkoba dan berhenti dari terapi metadonnya kurang begitu banyak diceritakan, khususnya saat ia memulai debutnya menulis buku. Dalam waktu yang amat singkat dan proses yang jelas, ia tiba—tiba saja sudah berhasil membuat sebuah buku best seller.

Kualitas Cerita : 8,5 
Kualitas Grafis : 8,5 
Kualitas Suara dan Musik : 8,2

Secara garis besar, film ini mengadaptasi kisah nyata dengan cukup baik dan sangat menyenangkan. Sudut pandang yang diperlihatkan sang kucing Bob terhadap lingkungan sekitarnya adalah bagian yang paling menyenangkan dan memanjakan mata. Dengan kualitas penceritaan dan penggambaran dari sang kucing, saya rasa film ini akan lebih baik daripada bukunya.

Sinopsis Film Underworld 5: Blood Wars, Plagiarisme Ide Cerita!

film underworld 6, durasi underworld blood wars, pemain underworld blood wars, sinopsis underworld 4 awakening, sinopsis underworld 1, underworld blood wars trailer, film underworld 5 full movie, film underworld 5 kapan tayang, review film underworld 5Sinopsis kali ini membahas film Underworld 5: Blood Wars yang kembali menceritakan tentang seorang vampir bernama Selene yang dalam film sebelumnya berhasil lolos keluar dari sebuah laboratorium tempat eksperimen tentang klan Vampir dan Lycan.

Tags : film underworld 6, durasi underworld blood wars, pemain underworld blood wars, sinopsis underworld 4 awakening, sinopsis underworld 1, underworld blood wars trailer, film underworld 5 full movie, film underworld 5 kapan tayang, review film underworld 5

Setelah mengetahui bahwa Selene mempunyai seorang putri dari Michael, seorang Lycan Hibrid pertama, ia berusaha menyembunyikan putrinya dari dunia dan dari dirinya sendiri. Hal itu ia lakukan karena kelak putrinya –yang merupakan seorang Hibrid murni pertama– akan menjadi buruan kedua klan untuk meningkatkan kekuatan mereka.

Seorang Vampir Hybrid memiliki keunggulan yang sangat diidamkan ke dua klan, yaitu mampu bertahan dari radiasi matahari dan memiliki kekuatan hewan buas layaknya Lycan. Selene diburu oleh kedua klan untuk mengetahui dimana posisi putrinya. Kedua klan mengetahui kekuatan hebat macam apa yang akan mereka dapatkan setelah mengkonsumsi darah vampir hybrid murni. Namun, klan vampir mulai terdesak oleh sosok pemimpin baru para Lycan yang terkenal disiplin dan cerdas bernama Marius. Mereka terpaksa meminta bantuan Selene yang mana dahulu merupakan prajurit elite vampir bernama Death Dealer dengan kemampuan membunuh secara efesien dan taktikal. Semira, yang merupakan anggota dewan vampir menghapus segala kesalahan dan mencabut tuduhan sebagai pengkhianat untuk Selene agar mau melatih para anggota muda Death Dealer demi menghadapi serangan para Lycan yang dipimpin Marius.

Informasi Film Underworld 5: Blood Wars
Judul : Underworld 5: Blood Wars
Genre : Action, Horror
Sutradara : Anna Foerster
Penulis Skenario : Cory Goodman
Produser : David Kem, Tom Rosenberg, Gary Lucchesi, Len Wiseman dan Richard Wright
Produksi ; Lakeshore Entertainment, Sketch Films
Distributor : Screen Gems
Tanggal Rilis : 6 Januari 2017 (USA)
Negara : USA
Bahasa Film : English

Daftar Pemain Film Underworld 5: Blood Wars
Kate Beckinsale
Theo James
Tobias Menzies
Trent Garrett
Lara Pulver
Clementine Nicholson
Bradley James
Charles Dance

Official Trailer :
 
Meraup pemasukan sekitar USD 95,7 juta dari seluruh dunia, Underworld pertama dianggap cukup sukses dan berlanjut terus hingga film keempat tahun 2012 lalu. Dengan budget USD 177 juta untuk empat film, franchise ini telah mengumpulkan keuntungan bersih sekitar USD 458,2 juta.
Bukan angka yang besar jika dibandingkan dengan franchise Fast and Furious yang telah mengumpulkan USD 3,8 miliar miliar atau sekuel Harry Potter yang totalnya dapat USD 7,7 miliar. Namun, dengan penghasilan sebesar itu cukup untuk membuat franchise ini survive.
Film kelimanya yang berjudul Underworld 5: Blood Wars ini rilis mulai Rabu, 30 November 2016, di bioskop tanah air. Yang menjadi masalah, apa yang membuat Hollywood –dalam hal ini, Sony Pictures lewat bendera Screen Gems– terus memberikan lampu hijau untuk membuat sekuel Underworld?

Kisahnya diawali dengan rangkuman cerita terdahulu, dimana Selene dan Michael yang berada di sebuah laboratorium berhasil melarikan diri sekaligus membuat mereka menjadi buronan kedua pihak, yaitu pihak vampir dan lycan. Sedikit flashback seperti ini cukup membantu untuk menyegarkan ingatan, sekaligus pengantar yang bagus bagi penonton baru yang belum sempat mengikuti kisahnya dari awal. 
Penonton dikenalkan kembali dengan Selene (Kate Beckinsale) yang telah mengalami berbagai cobaan hidup, seperti dituduh mengkhianati bangsanya, menjadi vampir buangan, kehilangan kekasihnya yang merupakan seorang hybrid (perpaduan vampir dengan lycan), harus hidup terpisah dengan putri yang ia dapat dari Michael yang menjadikan anak tersebut seorang hybrid murni pertama sekaligus mengundang resiko perburuan banyak pihak. 
film underworld 6, durasi underworld blood wars, pemain underworld blood wars, sinopsis underworld 4 awakening, sinopsis underworld 1, underworld blood wars trailer, film underworld 5 full movie, film underworld 5 kapan tayang, review film underworld 5
Masalah utama dalam film ini terletak pada darah putri Selene yang begitu berharga. Terutama bagi pemimpin baru kaum lycan, Marius (Tobias Menzies) yang terkenal disiplin dan teratur dalam memimpin kaum lycan yang bahkan dapat mendesak kaum vampir. Mendapatkan darah putri Selene dipercaya mempu membuatnya semakin tangguh untuk menghadapi gerombolan vampir elite terakhir dan membawa mereka ke dalam kepunahan. Meski isu utama film ini adalah perebutan darah hybrid murni pertama, namun seperti biasa, film ini terlalu fokus pada Selene. Menyoroti pemain utama dalam sebuah film memang sudah hal biasa, namun ketika hal itu sudah kelewat batas –layaknya Underworld– membuatnya menjadi sebuah tontonan memuakkan. Para pemain lainnya seolah menjadi kumpulan antagonis tidak penting dalam film ini.

Plagiat!

Semira, salah satu anggota dewan elite kaum vampir terpaksa meminta bantuan Selene yang dulunya seorang Death Dealer (pasukan khusus kaum elite vampir dengan kemampuan membunuh taktis dan efektif) untuk melatih para kandidat muda Death Dealer agar mampu menghadapi serangan yang akan dilancarkan oleh kaum lycan. Semira mengiming-imingi Selene dengan menyambut kembali Selene ke dalam kaum vampir dan mencabut segala tuduhan pengkhianatan yang selama ini diberikan kepadanya. Lelah dengan segala usaha penangkapan atas dirinya oleh kaum vampir, juga perburuan yang dilakukan oleh kaum lycan untuk mendapatkan lokasi putrinya, ia pun menyanggupi tugas tersebut. Sayang, dibalik tugas tersebut, Semira memiliki rencana terselubung dengan mencoba menguras habis darah Selene yang mampu bertahan dari sinar matahari.

Jika anda pernah mengikuti sekuel Blade yang menceritakan sang tokoh utama serang vampir day walker (julukan yang ditautkan kaum vampir kepada Blade karena kemampuannya yang mampu bertahan dari sinar matahari), anda akan banyak melihat kemiripan dengan film tersebut. Saya tidak begitu ingat film Blade ke berapa –karena film ini rilis ketika saya masih di bangku SMA, tapi yang jelas, Blade dimintai bantuan oleh pemimpin kaum vampir untuk melatih pasukan pemburu –yang awalnya ditugaskan untuk menghabisi Blade– untuk membasmi vampir jenis baru yang buas. Sang pemimpin vampir merayu Blade dengan mengemukakan bahaya vampir buas terhadap umat manusia ketika kaum vampir murni mengalami kepunahan. Sayang, Blade tertipu. Sang pemimpin mencoba mendapatkan darah Blade agar mampu bertahan di siang hari dan menghabisi vampir buas yang ternyata dipimpin oleh anaknya sendiri yang merupakan sebuah eksperimen kaum vampir day walker yang gagal. 
film underworld 6, durasi underworld blood wars, pemain underworld blood wars, sinopsis underworld 4 awakening, sinopsis underworld 1, underworld blood wars trailer, film underworld 5 full movie, film underworld 5 kapan tayang, review film underworld 5
Entah mengapa salah satu cerita Blade ini diterapkan dalam film Underworld: Blood Wars yang menambah kesan negatif. Underworld menjadi sebuah tontonan dengan kualitas cerita yang non-orisinil. Kemampuan baru Selene yang ia dapat dari meditasi ke dunia “astral” juga tidak mampu memberikan nilai plus sebagai hal baru dalam film ini.

Kualitas Cerita : 7,5
Kualitas Gambar : 7,2
Kualitas Suara dan Musik : 7,7

Meski Underworld: Blood Wars menyuguhkan kembali perang besar antara lycan dengan vampir yang pernah ditampilkan di seri pertamanya tidak membuat adegan ini mengangkat kualitas dari segi cerita maupun kualitas grafis. Adegan ini malah terlihat seperti para pribumi yang mencoba protes dan mendobrak masuk ke dalam kediaman masyarakat papan atas yang menyebabkan kesenjangan di antara mereka.

Sinopsis dan Review Film A Monster Calls, Tiga Kisah Brilian dari Sang Monster Cemara

a monster calls lewis macdougall, nonton film a monster calls, sinopsis a monster calls 2016, a monster calls trailer, download film a monster calls, film tentang monster 2016, a monster calls download Sinopsis dan review siang ini membahas film A Monster Calls yang menceritakan kehidupan seorang anak bernama Conor O’Malley yang harus menghadapi kenyataan bahwa ibunya mengidap penyakit yang sulit disembuhkan. Conor harus berusaha mandiri mengurus segala sesuatu di rumah, dimulai dari memasak sarapan hingga mengurus ibunya.

Tags : a monster calls lewis macdougall, nonton film a monster calls, sinopsis a monster calls 2016, a monster calls trailer, download film a monster calls, film tentang monster 2016, a monster calls download 

Tidak hanya di rumah, kemalangan pun sampai di sekolah. Ia selalu dijadikan bahan guyonan dan tindak kekerasan dari teman kelasnya. Tekanan hidup yang terus hadir di setiap harinya membuat Conor didatangi monster yang berasal dari pohon tua yang tumbuh di pemakaman di dekat ia tinggal. Monster tersebut menceritakan tiga buah kisah yang diceritakan di hari yang berbeda-beda di jam yang sama, yaitu pukul 12.07 malam.

Conor selalu merasa bahwa cerita monster tersebut hanyalah dongeng belaka dan tidak ada hubungannya dengan masalah yang ia hadapi. Sampai sang monster mulai menceritakan kisah kedua tentang seorang dukun yang mampu menyembuhkan dengan ramuan dari batang pohon cemara. Ia tak sadar akan cerita-cerita yang dikisahkan sang monster, hingga ia berbincang dengan ibunya di rumah sakit mengenai pengobatan baru yang menggunakan ramuan dari batang pohon cemara membuatnya berpikir bahwa sang monster mampu menyembuhkan ibunya.

Ia akhirnya menunggu sang monster datang untuk meminta bantuan agar ibunya dapat sembuh kembali. Sayang, sang monster tidak akan melakukan apapun sebelum kisah keempat selesai.

Informasi Film A Monster Calls :
Genre : Drama, Fantasy
Direktur : Juan Antonio Bayona
Distributor : Focus Features, Universal Pictures
Penulis Naskah : Patrick Ness
Produksi : Apaches Enterteinment
Sutradara : Juan Antonio Bayona
Tanggal rilis : 14 Oktober 2016
Negara : Amerika
Bahasa : Inggris

Daftar Pemeran Film A Monster Calls :
Toby Kebbell
Felicity Jones
Liam Neeson Sigourney
Weaver Lewis MacDougall
Geraldine Chaplin

Official Trailer : 


Film yang mulai tayang pada tanggal 14 Oktober 2016 ini merupakan garapan dari sutradara Juan Antonio Bayona dan diproduksi oleh Apache Entertainment. Berkisah tentang seorang anak yang ditimpa kepedihan karena orang tuanya yang sekarat dan mendapat tindak kekerasan fisik serta mental dari teman-teman sekelasnya. Namun di suatu malam, sebuah pohon cemara tua yang berada di wilayah pemakaman berubah menjadi sesosok monster dan menghampiri Conor. Kita hanya dapat menduga-duga jalan cerita film ini setelah menyaksikan trailernya. Mungkin sang monster datang sebagai bodyguard bagi Conor yang selalu dibully teman-temannya di sekolah seperti yang kita lihat dalam suatu adegan trailernya. Namun, ada hal yang lebih menarik perhatian saya tentang film ini, yaitu visualisasi dongeng –yang nanti akan diceritakan oleh sang monster– unik. Melihat rating yang cukup baik yang diberikan pada film ini, membuat saya penasaran. Jika film ini menyuguhkan cerita fantasy kacangan, mungkin rating yang diberikan tidak sampai ke angka 7.

Di awal cerita, secara singkat kita diperlihatkan bagaimana suramnya kehidupan Conor sampai suatu malam, sesosok monster datang kepadanya. Monster ini datang dengan satu tujuan, yaitu bercerita mengenai tiga kisah yang mana kisah keempat harus diceritakan oleh Conor. Jika tidak, sosok monster ini akan membunuh Conor. Dikala Conor sedang dirundung duka, monster ini hanya akan bercerita kepadanya. Kedatangan sang monster ini benar-benar tidak membantu sama sekali.
Dikala sang monster mulai menceritakan kisah pertamanya, kita disuguhi dengan visulasasi cat air yang unik dan menarik. Ditambah lagi, kualitas kisah yang diceritakan oleh sang monster sangat unik dan membuat antipati penonton. Sekilas, kisah yang diceritakan oleh hanyalah sekedar sebuah dongeng atau hikayat biasa. Namun, akhir dari kisah yang diceritakan cukup membuat saya mengernyitkan dahi. 
a monster calls lewis macdougall, nonton film a monster calls, sinopsis a monster calls 2016, a monster calls trailer, download film a monster calls, film tentang monster 2016, a monster calls download
Berlanjut kepada kisah yang kedua mengenai kisah hidup seorang dukun dan seorang pendeta. Kisah ini diakhiri dengan meninggalnya kedua putri sang pendeta, dan sang monster ikut andil dalam menghancurkan kediaman sang pendeta. Untuk jelasnya, akan lebih menarik jika anda simak sendiri.
Tidak perlu melihat deretan pemain dalam film ini untuk mengetahui siapa dibalik sosok monster ini. Tidak ada yang tidak kenal dengan ciri khas suara berat seorang Liam Neeson. Ia menyuarakan sosok monster pohon cemara dengan sangat baik, apalagi ketika ia tengah bercerita.

Film ini membuat kita lebih berfokus kepada kisah-kisah menarik yang dibawakan oleh sang monster. Namun, apa tujuan kedatangan sang monster pohon cemara ini sebenarnya?
Kisah pertama mengenai sosok ibu tiri dan sang pangeran yang merujuk kepada kisah ayah Conor yang kini tidak lagi bersamanya karena tinggal di kota yang berbeda. Mungkin, Conor juga kurang “ngeh” bahwa kisah pertama mencerminkan kehidupan keluarganya.
Lalu kisah kedua, tentang seorang pendeta yang mengajak umatnya untuk menolak pengobatan dari dukun yang berperangai kasar yang membuatnya ditolak masyarakat. Hingga akhirnya, sang pendeta mendapati kedua putrinya jatuh sakit dan tidak ada yang mampu mengobatinya. Akhirnya, sang pendeta tidak memiliki pilihan lain selain mendatangi sang dukun. Namun pada akhirnya, kedua putri sang pendeta tetap tidak terselamatkan.
Cerita kedua merupakan cerminan sikap Conor yang sudah tidak yakin akan kesembuhan ibunya. Ia tetap berharap sang ibu sembuh dari penyakitnya, meskipun ia tidak memiliki keyakinan akan keberhasilan dari serangkaian pengobatan yang diberikan kepada ibunya.

Dari segi grafis, tampilan monster pohon cemara tidak terlalu mulus. Ada beberapa adegan yang memperlihatkan wajah monster ini dengan kurang nyata, malah terlihat seperti boneka. Akting dari pemeran Conor O’Malley sebenarnya sudah cukup baik dalam menghayati perannya. Namun, pertemuan pertamanya dengan sang monster tidak terlihat realistis. Sejatinya jika ada monster raksasa menghampiri kita, kita cenderung lebih memilih bersembunyi ketakutan. Bila memang Conor ini menyadari bahwa ia berimajinasi, seharusnya ada indikator yang menunjukan bahwa ia tengah berimajinasi atau bermimpi. 
a monster calls lewis macdougall, nonton film a monster calls, sinopsis a monster calls 2016, a monster calls trailer, download film a monster calls, film tentang monster 2016, a monster calls download
Kualitas Cerita : 8,6
Kualitas Grafis : 8,2
Kualitas Suara dan Musik : 8,5

Anda benar-benar harus menyimak setiap kisah yang diceritakan sang monster, agar mulai mengerti tujuan sang monster ini hadir di hadapan Conor karena film ini bukanlah film bergenre action. Film ini lebih mengarah ke sebuah drama kehidupan yang dialami Conor O’Malley dan keluarganya.
Film ini juga menampilkan nuansa yang kelam dengan efek pencahayaan yang minim. Meskipun memiliki sedikit unsur fantasy, film ini cukup ditampilkan dengan suram.

Sinopsis dan Review Film Zoolander No. 2

Sinopsis dan Review Film Zoolander No. 2Sinopsis dan review hari ini membahas sebuah film komedi berjudul Zoolander 2 yang bercerita tentang kisah model papan atas bernama Derek Zoolander (Ben Stiller) dan Hansel (Owen Wilson) yang mulai terlupakan seiring setelah suatu kecelakaan di gedung yang didirikan Derek runtuh dan menewaskan istrinya serta mencederai sahabatnya Hansel. Mereka berdua memutuskan untuk berhenti dari karir mereka dan mengasingkan diri di tempat terpencil yang berbeda. Namun, insiden yang terjadi pada artis-artis papan atas membuat suatu organisasi pemerintah membutuhkan Derek dan Hansel untuk mengendus identitas pelaku. Dengan keinginan untuk bersatu kembali dengan anaknya, Derek mencoba kembali ke permukaan untuk membuktikan dirinya bahwa ia adalah seorang warga sipil produktif yang mampu hidup berkeluarga dan mendapatkan kembali hak asuh anaknya. Lain dengan Derek, Hansel mencoba melarikan diri dari tanggung jawab atas anak-anak yang dikandung para istrinya dengan menerima misi yang sama dengan Derek. Kini, Derek dan Hansel harus mencoba kembali ke kehidupan mereka sebagai ikon fashion terbaik, dimana dunia telah berubah dan mereka dinilai tidak relevan lagi di dunia fashion. Sebuah perusahaan misterius bahkan menentang dengan upaya untuk membawa mereka tetap keluar dari bisnis. 

Informasi Film Zoolander 2 :
Genre : Comedy
Produser : Paramount Pictures
Sutradara : Ben Stiller
Penulis : Justin Theroux
Tanggal Rilis : 12 Februari 2016
MPAA : Semua Umur
Negara : Amerika Serikat

Daftar Pemain Film Zoolander 2 :
Owen Wilson (Derek)
Ben Stiller (Hansel)
Olivia Mun
Kristen Wiig
Will Ferrell
Penelope Cruz
Kim Kardashian West

Official Trailer : 

Sebenarnya, Ben Stiller bukanlah orang baru di bangku sutradara. Namun, entah apa sebabnya, ia malah tampak seperti sosok orang baru yang mencoba menjadi sutradara. Bukan dari bagaimana cara Ben memasukkan berbagai aksi fun sebagai ciri khasnya, tapi lebih pada bagaimana cara ia memilih segela kekacauan dapat menyatu dengan rapi. Bagaikan sebuah usaha miris untuk menunjukkan bahwa sebuah film mampu tampil dengan baik tanpa mengikuti sistematika proses bercerita agar dapat menghasilkan sebuah film yang baik. Cerita yang seperti sengaja didominasi oleh hal konyol dan cukup sulit diterima akal itu memang hal yang wajar, namun cara Ben mengeksploitasi materi tadi yang terasa jauh dari maksimal.

Mungkin bagian awal mampu menarik perhatian kita yang mana pada bagian ini, Ben masih memperhitungkan setiap langkah yang akan dilakukan, dari memperkenalkan kembali Derek dan Hansel sambil perlahan membentuk sebuah alur yang berkaitan dengan kematian selebriti serta memasukkan Valentina Valencia (Penélope Cruz) ke dalam cerita, meski pada akhirnya film ini terkesan “miskin”. Eksekusi Ben juga tidak terlalu buruk di bagian ini, terutama cara ia mengolah komedi yang fokus pada kekonyolan yang cenderung kasar, mereka tidak terasa menjengkelkan meskipun memang tidak semuanya lucu. Tapi sayangnya ketika telah selesai membangun landasan untuk berpacu cerita seperti mengalami mati mesin dan tidak bisa berlari. 

Sinopsis dan Review Film Zoolander 2 Terbaru
Ketika tujuan utamanya telah terungkap, Zoolander 2 terasa mulai berjalan monoton. Yang menjadi sebab, karena sisa film terlalu bergantung pada cameo dan rangkaian lelucon untuk bergerak, juga semakin lengkap setelah ditemani dengan dialog-dialog tanpa punch yang mantap. Bukan hanya dialog sebenarnya tapi cerita juga punya punch yang kurang oke, bergeser dari fiksi menuju tragedi lalu komedi dan eksploitasi di tiga bagian tadi semuanya terasa setengah hati. Di film pertama ada lelucon tentang dunia mode yang palsu dan bodoh, dan di film ini yang ada hanya eksploitasi betapa “bodoh” dan palsunya cerita. Stiller sebenarnya sudah mencoba menutup kekurangan itu dengan gerak cepat cerita dan lelucon yang ditampilkan, tapi sayangnya cerita dan karakter kurang mencuri perhatian.

Kualitas Cerita : 7,2
Kualitas Grafis : 7,5
Kualitas Suara dan Musik : 7,9

Ya, Zoolander 2 ini aneh karena ia berniat untuk menjadi komedi yang berani dan epik. Dalam sebuah gerak cepat, cerita dan karakter dibentuk dengan lemah serta seadanya, bahkan terkesan malas. Secara skenario mungkin masih terhitung baik dalam membuat plot yang tidak koheren tapi nada cerita tidak berlangsung konsisten, penonton lebih sering bertanya-tanya apakah yang baru saja muncul adalah sebuah lelucon ketimbang merasakan hit dari lelucon tersebut. Kinerja pemain juga sama saja, mereka seperti kartun yang niatnya hanya ingin berpose ketika momen untuk tampil konyol tiba. Karakter yang punya modal untuk tampil komikal dengan lelucon tentang supermodel sampai dengan lelucon obsesi tentang berat badan lebih sering melakukan aksi yang loss.

Sinopsis dan Review Film The Legend of Tarzan

Sinopsis dan Review Film The Legend of TarzanSinopsis dan review akan membahas film The Legend of Tarzan yang menjadi salah satu film legendaris yang sudah ada sejak zaman saya belum ada di dunia..heu 

Film ini menceritakan sang legenda Tarzan, penguasa hutan Afrika (Alexander Skarsgård) yang kini telah lama meninggalkan hutan dan hidup di kota London bersama kekasihnya Jane Porter (Margot Robbie). Di London, Tarzan dikenal sebagai John Clayton III yang merupakan keturunan keluarga bangsawan. Disana, ia berhasil beradaptasi dengan kehidupan masyarakat sekitar dan hidup bahagia bersama Jane.
Suatu ketika, Tarzan mendapat undangan dari Ratu Victoria untuk menyelidiki sebuah kasus di Kongo bersama George Washington W (Samuel L. Jackson) yang merupakan seorang mantan tentara yang tangguh. Sang Ratu memberikan misi kepada mereka untuk menyelamatkan Kongo dari seorang Panglima bernama Belgia Rom (Christoph Waltz) yang ingin menguasai sebuah tambang emas dengan melakukan perbudakkan.

Informasi Film The Legend of Tarzan :
Genre : Action, Adventure
Sutradara : David Yates
Penulis Naskah : Edgar Rice Burroughs, Stuart Beattie
Tanggal Rilis : 7 July 2016
Produksi : Warner Bros

Daftar Pemain Film The Legend of Tarzan:
Margot Robbie sebagai (Jane Porter)
Christoph Waltz sebagai (Captain Rom)
Alexander Skarsgård sebagai (Tarzan)
Samuel L. Jackson sebagai (George Washington Williams)
John Hurt
Djimon Hounsou sebagai (Chief Mbonga)
Ella Purnell sebagai (Young Jane)
Casper Crump sebagai (Captain Kerchover)

Official Trailer : 
 

Sudah terhitung ada 200 judul film tentang Tarzan sejak tahun 1918 sampai 2014. Angka ini sangat luar biasa mengingat karakter manusia hutan rekaan oleh penulis Inggris, Edgar Rice Burroughs –yang menjadi sangat populer sejak pertama kali diperkenalkan sebuah majalah pada 1912. Jadi, mungkin kita tidak akan terlalu terkejut dengan ceritanya di tahun-tahun mendatang, termasuk yang rilis di tahun 2016 yang digarap oleh David Yates. 
Cerita garapan Adam Cozad bersama Craig Brewer ini bisa dikatakan agak sedikit berbeda dari yang kita tahu. Film ini lebih tampak seperti sebuah sekuel dari cerita origin Tarzan di mana fokus ceritanya langsung melompat ke beberapa tahun setelah Tarzan (John Clayton III) kembali menjadi manusia beradab bersama Jane yang kini telah menjadi istrinya. Namun, kehidupan tentang mereka di London terusik oleh situasi politik di Kongo yang memaksa John harus kembali ke hutan untuk sekali lagi menjadi Tarzan.

Meski cerita dimulai setelah beberapa tahun sang legenda hilang, Yates tetap menampilkan masa lalu John melalui fragmen-fragmen masa lalu dengan plot yang bergerak maju mundur. Yates turut memberi sentuhan sejarah dari perbudakan, pembantaian sampai perburuan berlian di Kongo termasuk dua karakter yang benar-benar ada seperti George Washington Williams (Samuel L. Jackson) and Léon Rom (Christoph Waltz). 
 
Sinopsis dan Review Film The Legend of Tarzan
Saya pribadi melihat film ini begitu mirip dengan Man of Steel. Sayangnya, dengan segala tetek bengek latar belakang historis dan fiksi, The Legend of Tarzan yang sebenarnya punya modal konsep yang besar dan berpotensi bisa berbeda dari kebanyakan adaptasi lain tidak dibarengi dengan kekuatan cerita yang mumpuni dan eksplorasi karakter yang dalam, padahal di atas kertas ia punya beberapa pemain mentereng, seperti Alexander Skarsgård, Margot Robbie yang tampil di film Suicide Squad, Samuel L. Jackson (The Avengers), Christoph Waltz sampai Djimon Hounsou. Kurangnya ikatan kuat antara Tarzan dan Jane tidak membuat Skarsgard tetap tampil menyakinkan membawakan perannya sebagai penguasa rimba dengan segala pembawaan khas Tarzan yang selama ini kita kenal, termasuk bergelayutan di antara pohon-pohon, berkomunikasi dengan hewan serta teriakan ikoniknya. Sementara itu, Robbie dan karakter-karakter lain seperti terbuang sayang oleh peran mereka karena naskah yang kurang mampu membuat mereka berkembang.

Kualitas Cerita : 8
Kualitas Grafis : 8,2
Kualitas Suara dan Musik : 8,5

Sementara untuk adegan-adegan aksinya, Yates melakukannya dengan cukup baik. Beberapa momen terasa cukup mendebarkan, meskipun memang masih terpaku dengan kesan khas film-film musim panas yang bombastis. Untuk spesial efeknya cukup baik membuat sebuah nuansa kelam dan klasik khas Kingkong serta Sherlock Holmes.

Sinopsis dan Review Film Ice Age: Collision Course 2016

Sinopsis dan Review Film Ice Age: Collision Course 2016Sinopsis dan review kali ini membahas film animasi berjudul Ice Age: Collision Course yang mengawali petualangan Manny, Diego, Sid, dan lainnya yang harus berhadapan dengan asteroid raksasa yang akan memusnahkan kehidupan makhluk di bumi. 
Scrat –yang selalu mengejar biji pohon Oak– sampai ke luar angkasa membuat masalah besar yang entah bagaimana mengakibatkan asteroid raksasa mengarah ke bumi dan menjadi ancaman seluruh kehidupan di sana. Ancaman besar ini memaksa mereka untuk mencari cara agar dapat bertahan hidup. Hingga saat di perjalanan mereka, mereka menemukan sebuah tempat yang indah yang dibangun dari asteroid besar –yang satu abad yang lalu pernah menghantam bumi– dan tempat tersebut dipimpin oleh pemimpin spiritual Shangri Llama yang berusia ratusan tahun.

Informasi Film Ice Age: Collision Course 2016
Judul Film : Ice Age: Collision Course
Genre : Animation, Adventures
Produser : Lori Forte
Sutradara : Mike Thurmeier dan Galen T. Chu
Penulis : Michael Berg, Aubrey Solomon
Tanggal Rilis : 22 Juli 2016
Rumah Produksi :20th Century Fox Animation
MPAA : Semua Umur
Durasi : 100 Menit
Negara : Amerika Serikat

Daftar Pengisi Suara Film Ice Age: Collision Course 2016
Melissa Rauch - Francine (voice)
Nick Offerman
Simon Pegg - Buck (voice)
Jennifer Lopez - Shira (voice)
Stephanie Beatriz
John Leguizamo - Sid (voice)
Adam DeVine
Keke Palmer - Peaches (voice)
Max Greenfield
Denis Leary - Diego (voice)
Ray Romano - Manny (voice)

Official Trailer : 

Tak hanya Manny, saya sebagai penonton pun merasa kaget ketika Peaches yang masih muda –bahkan secara desain dan rupa-nya masih memperlihatkan mammoth yang masih belia– sudah merencanakan pernikahan dengan mammoth eksentrik bernama Julian. Tak hanya itu, dia juga belum bisa sepenuhnya menerima Julian sebagai pasangan hidup putrinya. Dan semua ini kebanyakan diperlihatkan dari sudut pandang Manny serta Ellie sebagai orang tua. Jelas sekali, anak-anak yang datang menonton film Ice Age dengan tujuan untuk melihat kawanan hewan lucu akan mengerti konflik dewasa yang dirasakan Manny. Apalagi sudut pandangnya bukan berasal dari si anak, tapi justru orang tuanya.

Meski konflik sejati film ini mungkin akan membuat anak-anak bingung, tapi hampir setiap orang tua yang pernah mengalami masalah Manny dan Ellie bisa ikut merasakan reaksi mereka sebagai orang tua. Demikian pula dengan pasangan muda yang harus menghadapi keberatan dari orang tua, seperti yang dihadapi Peaches dan Julian. Komedi-komedi yang datang dari Scrat, si tupai kuno pun mulai kehilangan kelucuannya. Kita sudah terlalu sering disuguhi komedi bisu yang dilakukan makhluk ini, sehingga menjadikannya sebuah komedi basi.

Di tahun 2016, penonton disuguhi oleh film animasi berkualitas secara bertubi-tubi dan lebih baik seperti Zootopia, The Secret Life of Pets, Finding Dory, dan lainnya sehingga Ice Age sedikit terinjak-injak. Meski latar belakang cerita mengalami peningkatan, namun jump scene antara Scrat dan para tokoh utama terkesan acak-acakan dan tak beraturan. Konflik sejatinya pun terlalu dewasa untuk dipahami anak-anak. Film ini bahkan menjadi seperti sebuah episode istimewa dari serial animasi TV, bukan kelas animasi layar lebar. 
Sinopsis dan Review Film Ice Age: Collision Course 2016
Kualitas Cerita : 7,7
Kualitas Gambar/Grafis : 8
Kualitas Suara dan Musik : 8,2

Jika anda membutuhkan hiburan ringan, mungkin film ini masih bisa menghibur. Namun, jika anda mengharapkan cerita yang lebih berbobot, anda tidak akan mendapatkannya dari sekuel Ice Age ke lima ini.

Sinopsis dan Review Film Deliver Us From Evil

Sinopsis dan Review Film Deliver Us From EvilSinopsis dan review hari ini membahas sebuah film horror yang diangkat dari kisah nyata berjudul Deliver Us From Evil yang menceritakan perjalanan seorang polisi New York bernama Ralph Sarchie yang menangani serangkaian kasus kejahatan yang tidak dapat dijelaskan dengan logika. Ralph adalah seorang yang rasionalis. Segala sesuatu dapat dijelaskan secara logika. Namun, suatu hari, Raplh mengunjungi sebuah rumah setelah mendapatkan laporan tindak kekerasan rumah tangga. Sejak saat itu, ia mulai mendapati kasus yang tidak masuk akal, seorang perempuan yang melempar anaknya sendiri ke selokan di sebuah kebun binatang. Ia merasa bahwa ada yang aneh dari perempuan ini. Awalnya ia mengira bahwa perempuan tersebut mengalami sakit jiwa, namun setelah seorang pendeta datang dan berkata bahwa perempuan yang dimaksud adalah seorang “pasien”. Bukan pasien rumah sakit jiwa, melainkan pasien yang mengalami gangguan iblis. 

Informasi Film Deliver Us From Evil :
Judul : Deliver Us From Evil
Genre : Horror
Produser : Jerry Bruckheimer
Sutradara : Scott Derrickson
Penulis Naskah : Scott Derrickson, Paul Harris Boardman
Jadwal Tayang Film Deliver Us From Evil di Bioskop : 2 Juli 2014 (USA)

Daftar Pemeran Film Deliver Us From Evil :
Eric Bana, Joel McHale, Edgar Ramirez, Olivia Munn, Sean Harris, Chris Coy, Dorian Missick, Jenna Gavigan, Antoinette LaVecchia, Daniel Sauli

Official Trailer : 

Tema exorcism bisa dikatakan bukan hal yang baru untuk Scott Derrickson. Terlebih karena film sebelumnya, “The Exorcism of Emily Rose” termasuk dalam daftar favorit untuk film-film bertema pengusiran setan. Ada juga film lain besutan Scott yang juga cukup sukses dengan budget murah, yaitu “Sinister” di tahun 2012, sebuah momentum baik untuk Scott kembali ke ranah film horor di tahun 2014.

Mungkin Deliver Us From Evil tidak menampilkan biang masalahnya secara nyata, layaknya The Conjuring. Dalam film ini, tidak ada iblis atau roh jahat yang muncul minimal setelah sang tokoh utama mendapati klimaks masalah yang dihadapi. Namun hal ini membuat Deliver Us From Evil terasa lebih natural dan realistis. Dampaknya, keseluruhan film akan tampak seperti sebuah film bertema kriminalitas ketimbang horor yang utuh. Unsur crime menjadi nyawa di film ini, walaupun tak serta-merta menganak-tirikan elemen horor-nya. Scott tetap sedang menghadirkan sebuah film horor, jadi momen-momen menakutkan dan beberapa jump scares yang tidak lupa dia selipkan di sepanjang film. Scott tahu benar dibagian mana dan kapan meletakkan unsur horror mistis. 
Sinopsis dan Review Film Deliver Us From Evil
Semua berawal saat Eric Bana yang memerankan tokoh utama bernama Ralph Sarch menangani kasus seorang wanita yang tanpa sebab melempar anaknya ke kandang singa. Pada awalnya Ralph hanya melihat ini sebagai kasus orang gila. Namun, saat ia mulai memeriksa kamera CCTV, ia melihat sesuatu yang aneh. Kemudian dia bertemu pastur bernama Mendoza (Édgar Ramírez) yang menyebut si wanita pelempar anak tak gila tetapi kerasukan. Ralph tidak percaya sedikitpun, matanya perlahan terbuka ketika kasus yang dia tangani semakin lama semakin ganjil dan menjurus ke hal-hal yang selama ini dia tidak mau percaya, yaitu supernatural.

Sebagai sebuah film yang menjadikan exorcism sebagai landasan, Deliver Us From Evil tidak menampilkan unsur horror mistis sepenuhnya, melainkan dibalut dengan kasus-kasus kriminal pada umunya. Scott lebih banyak mengajak kita berputar-putar dengan kasus kriminal dan mengupas misteri yang membelenggu kasus demi kasus yang sedang ditangani Ralph Sarchie. Meski begitu, Scott Derrickson tetap mampu menghadirkan film yang tak saja nyaman untuk diikuti, tapi juga didukung dramatisasi dan visual yang menjadikan film lebih menghibur. “Deliver Us From Evil” tidak berakhir membosankan, walaupun lebih banyak mengupas cerita daripada berusaha menakut-nakuti penontonnya. Scott mampu menghadirkan semua bagian dalam kadar yang berimbang, apakah itu sisi crime story-nya dan sisi yang mengungkap adanya keterlibatan iblis yang menjadi unsur horrornya. Saya pribadi cukup betah ketika harus mengikuti kemanapun Ralph pergi, dalam upayanya memecahkan kasus. Disamping itu, film ini pun tidak terlalu memaksakan cerita untuk jadi sesuatu yang pelik. Scott tahu benar tujuan Deliver Us From Evil, walau tak seseram The Conjuring. Saya masih bisa menikmati setiap babak yang dikupas oleh Scott. 
Sinopsis dan Review Film Deliver Us From Evil
Kualitas Cerita : 8,4
Kualitas Gambar : 8,5
Kualitas Suara dan Musik : 8,2

“Deliver Us From Evil” pun didukung oleh tone yang pas, menghadirkan suasana tidak karuan dan tidak menyenangkan, mood yang tampaknya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Scott. Begitupula saat background musiknya mulai menghentak-hentak, distorsi yang mengaung-aung dengan satu tujuan, yakni membuat pennton merasa terganggu. Apalagi saat adegan pengusiran setan yang dilakukan pada Mick Santino yang dipadukan dengan lagu The Doors terasa sangat mantap sekaligus menggelitik.

Sinopsis dan Review Film Predestination

Sinopsis dan Review Film PredestinationSinopsis dan review kali ini akan membahas sebuah film dua tahun ke belakang yang berjudul Predestination yang mengisahkan seorang agen pemerintah yang ditugaskan mencegah berbagai bencana yang dilakukan seorang pria misterius yang dikenal dengan sebutan Fizzle Bomber.

Demi menghentikan sang Fizzle Bomber, ia diberikan sebuah alat yang mampu membuatnya melompat ke masa lalu yang akan memberikannya kesempatan untuk mencegah bencana tersebut terjadi. Sayang, meski ia berkali-kali melakukan pengejaran dengan melompat ke masa sebelum kejadian, Fizzle Bomber tetap berhasil melancarkan aksinya. Fizzle Bomber selalu lolos dari pengejaran. Karenanya, biro mencurigai bahwa Fizzle Bomber pun memiliki alat yang sama yang mampu membuatnya melompat ke masa lalu dan mengulang aksinya yang digagalkan untuk dirubah menjadi sebuah misi yang sukses tanpa cela membuatnya sangat sulit untuk ditangkap. Sampai akhirnya, ia berhasil berhadapan dengan Fizzle Bomber untuk menggagalkan aksi terakhirnya. Berhasilkah ia meringkus sang pembawa bencana yang dikenal dengan sebutan Fizzle Bomber tersebut?

Informasi Film Predestination :
Sutradara : Michael Spierig, Peter Spierig
Produser : Paddy McDonald, Tim McGahan, Michael Spierig
Penulis : Michael Spierig, Peter Spierig
Produksi : Blacklab Entertainment, Screen Australia, Wolfhound Pictures
Distributor : Stage 6 Films
Rilis : 8 Maret 2014 (SXSW Film Festival), 28 Agustus 2014 (Australia), 9 Januari 2016 (USA)
Durasi : 97 Menit
Genre : Sci-Fi, Thriller
 
Daftar Pemain Film Predestination :
Ethan Hawke, Sarah Snook, Noah Taylor 

Official Trailer :
 

Film dibuka dengan usaha seorang agen yang berusaha menjinakan bom waktu yang dipasang di sebuah gudang. Ingatlah adegan tersebut baik-baik karena akan ada setidaknya dua pertanyaan yang akan timbul setelah anda menyaksikan 2/3 film ini.
Ada alasan kenapa saya tidak menyebutkan sebuah nama dalam sinopsisnya. Hal ini dikarenakan tokoh utama dalam film ini hanya satu orang saja. Memangnya kenapa? Bukankah kebanyakan jumlah tokoh utama dalam sebuah film itu satu?
Oke, akan langsung saya buka inti cerita dan rahasia dalam film ini. Saya harap anda bersabar dan mengikutinya dengan cermat.

Adegan ke-1 : Kegagalan seorang agen dalam misinya menghentikan Fizzle Bomber
Adegan ke-2 : Dialog si agen yang bekerja di sebuah bar sebagai bartender (yang merupakan sebuah penyamaran) bersama John.
Adegan ke-3 : John mengungkapkan masa lalunya yang mana ia adalah seorang perempuan bernama Jane. Namun, ia memiliki dua organ “vital” yang lengkap (laki-laki dan perempuan). Kemalangan berawal saat ia jatuh hati pada seorang pria hingga akhirnya mengandung anak dari pria tersebut. Namun, si pria tersebut pergi begitu saja tanpa kabar melahirkan dendam dalam diri Jane. Kemalangan pun masih berlanjut ketika Jane yang memiliki keadaan fisik yang “berbeda” terpaksa harus merelakan rahimnya diangkat karena akan berakibat fatal bagi dirinya.
Adegan ke-4 : (Masih tentang masa lalu John) Seorang pria tak dikenal telah menculik bayi Jane di rumah sakit. Segala upaya yang dilakukan Jane untuk menemukan anaknya sia-sia. Di lain pihak, Jane masih harus melakukan serangkaian operasi untuk merubah dirinya menjadi laki-laki.
Adegan ke-5 : Sang agen mengatakan bahwa ia mampu menemukan pria tersebut jika John masih ingin membalas perbuatan orang yang meninggalkannya begitu saja. Dan saat John menerima bantuan sang agen, ia mulai menyadari bahwa orang yang berbincang dengannya bukanlah seorang bartender, namun seorang agen (sejenis polisi) yang mampu melompat ke masa lalu.
Adegan ke-6 : John pun kembali ke masa dimana ia yang masih menjadi gadis muda bertemu seorang pria yang membuatnya jatuh cinta dan meninggalkannya. John pun menunggu pria tersebut di tempat yang sama saat Jane bertemu pria yang dicintainya. 
 
Sinopsis dan Review Film Predestination
Adegan ke-7 : Jane muda tidak sengaja menabrak John yang menjadi awal kertarikan Jane pada seorang pria. Dan akhirnya mereka berkencan bersama dalam kurun waktu kurang dari satu hari, hingga John “melampiaskan” rasa cintanya kepada Jane.

See, sampai adegan ke-7, anda mendapati bahwa Johnlah yang menghamili Jane (dirinya sendiri). Dan alasan John meninggalkan Jane adalah karena waktu mereka (John dan sang agen) di masa itu telah habis. Sang agen menawarkan tujuan hidup yang mampu membuat John lebih berarti dengan membantunya menghentikan Fizzle Bomber. Dan terang saja, meski John mencintai Jane, ia lebih memilih tujuan hidup yang lebih besar, yaitu menjadi seorang agen menggantikan agen pertama (si bartender) yang memutuskan untuk pensiun.

Kita persingkat, setelah John direkrut menjadi seorang agen, ia langsung berhadapan dengan misi untuk menghentikan sang Fizzle Bomber. Ia pun melompat ke masa dimana Fizzle Bomber telah memasang bom di sebuah gudang dan John ditugaskan untuk menjinakkan bom tersebut dan menangkap Fizzle Bomber. Naas, ia harus terlibat baku tembak dengan Fizzle Bomber sehingga menyita waktunya untuk menjinakan bom yang meledak sebelum sempat ia amankan. Karena ledakan tersebut, John harus melakukan operasi plastik yang membuat wajahnya berubah drastis. Dan setelah kesembuhannya, ia menjalani sebuah misi perekrutan anggota baru. Ia harus menyamar sebagai bartender dan menunggu sang kandidat datang dan berbincang-bincang dengannya. 
 
Sinopsis dan Review Film Predestination
Bisa anda tebak siapakah kandidat agen yang ditunggu John? Yup, ia adalah dirinya sendiri.

Anda lihat, film ini layaknya lelucon ayam dan telur yang di lontarkan sang agen kepada John. Setiap kejadian merupakan sebuah lingkaran tiada akhir yang tidak diketahui dari mana dan kapan semua bermula. Anda pun tak perlu mengikuti film ini sampai akhir untuk tau siapa sosok dibalik Fizzle Bomber.

Sebenarnya, film ini memiliki ide cerita yang unik. Sebuah lingkaran yang tak berawal dan tak berujung. Sayangnya, ide sebagus ini tidak ditampilkan dengan baik sehingga membuat film ini terkesan “dipaksa” untuk menjadi sebuah tontonan yang cerdas.

Sebagai pembuka, adegan bom di sebuah gudang pun tidak terlihat hebat sama sekali. Lalu setelah itu, dilanjutkan dengan sesi curhatan John yang mengambil lebih dari 50% durasi yang amat membosankan. John mengatakan akan menceritakan kisah hidup yang mengejutkan. Tapi saya yang mendengarkan lebih baik pulang dan tidur dengan pulas.
Selain itu, pencahayaan yang kurang membuat film ini begitu terlihat miskin. Mungkin pak sutradara ingin menghidupkan suasana yang kelam dalam film ini, namun sayangnya gagal total. Saya tidak akan menyinggung visual effect lompatan waktu yang ‘meh’ banget, mengingat Project Almanac masih lebih baik walaupun sama-sama miskin. 
 
Sinopsis dan Review Film Predestination
Bahkan kualitas musik pun begitu alakadarnya. Astaga!!!

Kualitas Cerita : 8,5
Kualitas Grafis : 7,3
Kualitas Suara dan Musik : 7,5

Saya pribadi tidak melihat banyak penilaian positif dalam film ini selain ide ceritanya yang tergolong unik. Namun sekali lagi, ide cerita sebaik itu tidak disajikan dalam nampan yang bagus yang akhirnya film ini berubah menjadi tontonan yang tidak menghibur sama sekali.

Popular Posts

Powered by Blogger.
loading...
 
Support : www.sinopsis-review.com
Copyright © 2011. Movie Review - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger