Sinopsis dan Review Film Predestination

Sinopsis dan Review Film PredestinationSinopsis dan review kali ini akan membahas sebuah film dua tahun ke belakang yang berjudul Predestination yang mengisahkan seorang agen pemerintah yang ditugaskan mencegah berbagai bencana yang dilakukan seorang pria misterius yang dikenal dengan sebutan Fizzle Bomber.

Demi menghentikan sang Fizzle Bomber, ia diberikan sebuah alat yang mampu membuatnya melompat ke masa lalu yang akan memberikannya kesempatan untuk mencegah bencana tersebut terjadi. Sayang, meski ia berkali-kali melakukan pengejaran dengan melompat ke masa sebelum kejadian, Fizzle Bomber tetap berhasil melancarkan aksinya. Fizzle Bomber selalu lolos dari pengejaran. Karenanya, biro mencurigai bahwa Fizzle Bomber pun memiliki alat yang sama yang mampu membuatnya melompat ke masa lalu dan mengulang aksinya yang digagalkan untuk dirubah menjadi sebuah misi yang sukses tanpa cela membuatnya sangat sulit untuk ditangkap. Sampai akhirnya, ia berhasil berhadapan dengan Fizzle Bomber untuk menggagalkan aksi terakhirnya. Berhasilkah ia meringkus sang pembawa bencana yang dikenal dengan sebutan Fizzle Bomber tersebut?

Informasi Film Predestination :
Sutradara : Michael Spierig, Peter Spierig
Produser : Paddy McDonald, Tim McGahan, Michael Spierig
Penulis : Michael Spierig, Peter Spierig
Produksi : Blacklab Entertainment, Screen Australia, Wolfhound Pictures
Distributor : Stage 6 Films
Rilis : 8 Maret 2014 (SXSW Film Festival), 28 Agustus 2014 (Australia), 9 Januari 2016 (USA)
Durasi : 97 Menit
Genre : Sci-Fi, Thriller
 
Daftar Pemain Film Predestination :
Ethan Hawke, Sarah Snook, Noah Taylor 

Official Trailer :
 

Film dibuka dengan usaha seorang agen yang berusaha menjinakan bom waktu yang dipasang di sebuah gudang. Ingatlah adegan tersebut baik-baik karena akan ada setidaknya dua pertanyaan yang akan timbul setelah anda menyaksikan 2/3 film ini.
Ada alasan kenapa saya tidak menyebutkan sebuah nama dalam sinopsisnya. Hal ini dikarenakan tokoh utama dalam film ini hanya satu orang saja. Memangnya kenapa? Bukankah kebanyakan jumlah tokoh utama dalam sebuah film itu satu?
Oke, akan langsung saya buka inti cerita dan rahasia dalam film ini. Saya harap anda bersabar dan mengikutinya dengan cermat.

Adegan ke-1 : Kegagalan seorang agen dalam misinya menghentikan Fizzle Bomber
Adegan ke-2 : Dialog si agen yang bekerja di sebuah bar sebagai bartender (yang merupakan sebuah penyamaran) bersama John.
Adegan ke-3 : John mengungkapkan masa lalunya yang mana ia adalah seorang perempuan bernama Jane. Namun, ia memiliki dua organ “vital” yang lengkap (laki-laki dan perempuan). Kemalangan berawal saat ia jatuh hati pada seorang pria hingga akhirnya mengandung anak dari pria tersebut. Namun, si pria tersebut pergi begitu saja tanpa kabar melahirkan dendam dalam diri Jane. Kemalangan pun masih berlanjut ketika Jane yang memiliki keadaan fisik yang “berbeda” terpaksa harus merelakan rahimnya diangkat karena akan berakibat fatal bagi dirinya.
Adegan ke-4 : (Masih tentang masa lalu John) Seorang pria tak dikenal telah menculik bayi Jane di rumah sakit. Segala upaya yang dilakukan Jane untuk menemukan anaknya sia-sia. Di lain pihak, Jane masih harus melakukan serangkaian operasi untuk merubah dirinya menjadi laki-laki.
Adegan ke-5 : Sang agen mengatakan bahwa ia mampu menemukan pria tersebut jika John masih ingin membalas perbuatan orang yang meninggalkannya begitu saja. Dan saat John menerima bantuan sang agen, ia mulai menyadari bahwa orang yang berbincang dengannya bukanlah seorang bartender, namun seorang agen (sejenis polisi) yang mampu melompat ke masa lalu.
Adegan ke-6 : John pun kembali ke masa dimana ia yang masih menjadi gadis muda bertemu seorang pria yang membuatnya jatuh cinta dan meninggalkannya. John pun menunggu pria tersebut di tempat yang sama saat Jane bertemu pria yang dicintainya. 
 
Sinopsis dan Review Film Predestination
Adegan ke-7 : Jane muda tidak sengaja menabrak John yang menjadi awal kertarikan Jane pada seorang pria. Dan akhirnya mereka berkencan bersama dalam kurun waktu kurang dari satu hari, hingga John “melampiaskan” rasa cintanya kepada Jane.

See, sampai adegan ke-7, anda mendapati bahwa Johnlah yang menghamili Jane (dirinya sendiri). Dan alasan John meninggalkan Jane adalah karena waktu mereka (John dan sang agen) di masa itu telah habis. Sang agen menawarkan tujuan hidup yang mampu membuat John lebih berarti dengan membantunya menghentikan Fizzle Bomber. Dan terang saja, meski John mencintai Jane, ia lebih memilih tujuan hidup yang lebih besar, yaitu menjadi seorang agen menggantikan agen pertama (si bartender) yang memutuskan untuk pensiun.

Kita persingkat, setelah John direkrut menjadi seorang agen, ia langsung berhadapan dengan misi untuk menghentikan sang Fizzle Bomber. Ia pun melompat ke masa dimana Fizzle Bomber telah memasang bom di sebuah gudang dan John ditugaskan untuk menjinakkan bom tersebut dan menangkap Fizzle Bomber. Naas, ia harus terlibat baku tembak dengan Fizzle Bomber sehingga menyita waktunya untuk menjinakan bom yang meledak sebelum sempat ia amankan. Karena ledakan tersebut, John harus melakukan operasi plastik yang membuat wajahnya berubah drastis. Dan setelah kesembuhannya, ia menjalani sebuah misi perekrutan anggota baru. Ia harus menyamar sebagai bartender dan menunggu sang kandidat datang dan berbincang-bincang dengannya. 
 
Sinopsis dan Review Film Predestination
Bisa anda tebak siapakah kandidat agen yang ditunggu John? Yup, ia adalah dirinya sendiri.

Anda lihat, film ini layaknya lelucon ayam dan telur yang di lontarkan sang agen kepada John. Setiap kejadian merupakan sebuah lingkaran tiada akhir yang tidak diketahui dari mana dan kapan semua bermula. Anda pun tak perlu mengikuti film ini sampai akhir untuk tau siapa sosok dibalik Fizzle Bomber.

Sebenarnya, film ini memiliki ide cerita yang unik. Sebuah lingkaran yang tak berawal dan tak berujung. Sayangnya, ide sebagus ini tidak ditampilkan dengan baik sehingga membuat film ini terkesan “dipaksa” untuk menjadi sebuah tontonan yang cerdas.

Sebagai pembuka, adegan bom di sebuah gudang pun tidak terlihat hebat sama sekali. Lalu setelah itu, dilanjutkan dengan sesi curhatan John yang mengambil lebih dari 50% durasi yang amat membosankan. John mengatakan akan menceritakan kisah hidup yang mengejutkan. Tapi saya yang mendengarkan lebih baik pulang dan tidur dengan pulas.
Selain itu, pencahayaan yang kurang membuat film ini begitu terlihat miskin. Mungkin pak sutradara ingin menghidupkan suasana yang kelam dalam film ini, namun sayangnya gagal total. Saya tidak akan menyinggung visual effect lompatan waktu yang ‘meh’ banget, mengingat Project Almanac masih lebih baik walaupun sama-sama miskin. 
 
Sinopsis dan Review Film Predestination
Bahkan kualitas musik pun begitu alakadarnya. Astaga!!!

Kualitas Cerita : 8,5
Kualitas Grafis : 7,3
Kualitas Suara dan Musik : 7,5

Saya pribadi tidak melihat banyak penilaian positif dalam film ini selain ide ceritanya yang tergolong unik. Namun sekali lagi, ide cerita sebaik itu tidak disajikan dalam nampan yang bagus yang akhirnya film ini berubah menjadi tontonan yang tidak menghibur sama sekali.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : www.sinopsis-review.com
Copyright © 2011. Movie Review - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger