Sinopsis dan Review Film Zoolander No. 2

Sinopsis dan Review Film Zoolander No. 2Sinopsis dan review hari ini membahas sebuah film komedi berjudul Zoolander 2 yang bercerita tentang kisah model papan atas bernama Derek Zoolander (Ben Stiller) dan Hansel (Owen Wilson) yang mulai terlupakan seiring setelah suatu kecelakaan di gedung yang didirikan Derek runtuh dan menewaskan istrinya serta mencederai sahabatnya Hansel. Mereka berdua memutuskan untuk berhenti dari karir mereka dan mengasingkan diri di tempat terpencil yang berbeda. Namun, insiden yang terjadi pada artis-artis papan atas membuat suatu organisasi pemerintah membutuhkan Derek dan Hansel untuk mengendus identitas pelaku. Dengan keinginan untuk bersatu kembali dengan anaknya, Derek mencoba kembali ke permukaan untuk membuktikan dirinya bahwa ia adalah seorang warga sipil produktif yang mampu hidup berkeluarga dan mendapatkan kembali hak asuh anaknya. Lain dengan Derek, Hansel mencoba melarikan diri dari tanggung jawab atas anak-anak yang dikandung para istrinya dengan menerima misi yang sama dengan Derek. Kini, Derek dan Hansel harus mencoba kembali ke kehidupan mereka sebagai ikon fashion terbaik, dimana dunia telah berubah dan mereka dinilai tidak relevan lagi di dunia fashion. Sebuah perusahaan misterius bahkan menentang dengan upaya untuk membawa mereka tetap keluar dari bisnis. 

Informasi Film Zoolander 2 :
Genre : Comedy
Produser : Paramount Pictures
Sutradara : Ben Stiller
Penulis : Justin Theroux
Tanggal Rilis : 12 Februari 2016
MPAA : Semua Umur
Negara : Amerika Serikat

Daftar Pemain Film Zoolander 2 :
Owen Wilson (Derek)
Ben Stiller (Hansel)
Olivia Mun
Kristen Wiig
Will Ferrell
Penelope Cruz
Kim Kardashian West

Official Trailer : 

Sebenarnya, Ben Stiller bukanlah orang baru di bangku sutradara. Namun, entah apa sebabnya, ia malah tampak seperti sosok orang baru yang mencoba menjadi sutradara. Bukan dari bagaimana cara Ben memasukkan berbagai aksi fun sebagai ciri khasnya, tapi lebih pada bagaimana cara ia memilih segela kekacauan dapat menyatu dengan rapi. Bagaikan sebuah usaha miris untuk menunjukkan bahwa sebuah film mampu tampil dengan baik tanpa mengikuti sistematika proses bercerita agar dapat menghasilkan sebuah film yang baik. Cerita yang seperti sengaja didominasi oleh hal konyol dan cukup sulit diterima akal itu memang hal yang wajar, namun cara Ben mengeksploitasi materi tadi yang terasa jauh dari maksimal.

Mungkin bagian awal mampu menarik perhatian kita yang mana pada bagian ini, Ben masih memperhitungkan setiap langkah yang akan dilakukan, dari memperkenalkan kembali Derek dan Hansel sambil perlahan membentuk sebuah alur yang berkaitan dengan kematian selebriti serta memasukkan Valentina Valencia (Penélope Cruz) ke dalam cerita, meski pada akhirnya film ini terkesan “miskin”. Eksekusi Ben juga tidak terlalu buruk di bagian ini, terutama cara ia mengolah komedi yang fokus pada kekonyolan yang cenderung kasar, mereka tidak terasa menjengkelkan meskipun memang tidak semuanya lucu. Tapi sayangnya ketika telah selesai membangun landasan untuk berpacu cerita seperti mengalami mati mesin dan tidak bisa berlari. 

Sinopsis dan Review Film Zoolander 2 Terbaru
Ketika tujuan utamanya telah terungkap, Zoolander 2 terasa mulai berjalan monoton. Yang menjadi sebab, karena sisa film terlalu bergantung pada cameo dan rangkaian lelucon untuk bergerak, juga semakin lengkap setelah ditemani dengan dialog-dialog tanpa punch yang mantap. Bukan hanya dialog sebenarnya tapi cerita juga punya punch yang kurang oke, bergeser dari fiksi menuju tragedi lalu komedi dan eksploitasi di tiga bagian tadi semuanya terasa setengah hati. Di film pertama ada lelucon tentang dunia mode yang palsu dan bodoh, dan di film ini yang ada hanya eksploitasi betapa “bodoh” dan palsunya cerita. Stiller sebenarnya sudah mencoba menutup kekurangan itu dengan gerak cepat cerita dan lelucon yang ditampilkan, tapi sayangnya cerita dan karakter kurang mencuri perhatian.

Kualitas Cerita : 7,2
Kualitas Grafis : 7,5
Kualitas Suara dan Musik : 7,9

Ya, Zoolander 2 ini aneh karena ia berniat untuk menjadi komedi yang berani dan epik. Dalam sebuah gerak cepat, cerita dan karakter dibentuk dengan lemah serta seadanya, bahkan terkesan malas. Secara skenario mungkin masih terhitung baik dalam membuat plot yang tidak koheren tapi nada cerita tidak berlangsung konsisten, penonton lebih sering bertanya-tanya apakah yang baru saja muncul adalah sebuah lelucon ketimbang merasakan hit dari lelucon tersebut. Kinerja pemain juga sama saja, mereka seperti kartun yang niatnya hanya ingin berpose ketika momen untuk tampil konyol tiba. Karakter yang punya modal untuk tampil komikal dengan lelucon tentang supermodel sampai dengan lelucon obsesi tentang berat badan lebih sering melakukan aksi yang loss.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : www.sinopsis-review.com
Copyright © 2011. Movie Review - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger